Apakah pemakaian kertas akan merusak lingkungan?

Pemakaian kertas akan merusak lingkungan?

Kertas? ya lembaran yang berasal dari pulp (serat kayu ataupun non-kayu) ini memang masih kita jumpai hampir di dalam kehidupan sehari. Mulai dari buku, brosurmajalah, hingga packaging makanan. Tahukah kamu bahwa asal kertas itu sudah ada sejak peradaban Mesir kuno kemudian dibawa ke jaman kekaisaran Romawi.

Pada waktu itu kertas menggunakan bahan papirus yang dikenal sangat mahal. Tercatat juga bahwa peradaban China juga berperan dalam perkembangan kertas.Wah ternyata sudah berabad – abad ya, tapi apakah ada dampak pemakaian kertas yang sudah sejak lama itu terhadap lingkungan?

Indonesia adalah salah satu produsen kertas terbesar di dunia

Di negeri kita sendiri kertas berkembang sangat pesat bahkan menurut kementrian perindustrian pada tahun 2016 Indonesia merupakan produsen kertas nomor 6 terbesar di dunia. Hal itu merupakan sebuah prestasi tapi juga harus di perhatikan bahwa bahan dasar kertas tersebut sebagian besar adalah serat kayu. Kayu jelas berasal dari pohon, dan pasti dengan makin berkembangnya industri kertas akan berbanding terbalik dengan populasi hutan.

Apakah yang harus kita lakukan?

Apakah kita pernah berpikir, jika kita menganggap penggunaan kertas untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari memiliki konsekuensi buruk yang berimbas pada kerusakan hutan, lantas bagaimana jika nanti untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang biasanya menggunakan produk kertas diganti dengan produk berbahan plastik, sehingga produk plastik meningkat? Bukankah dampak buruk yang diakibatkan dari plastik terhadap lingkungan akan lebih mengerikan?

Iya benar plastik bukanlah solusi untuk mengurangi dampak lingkungan, penggunaan plastik hanya akan menambah masalah baru. Jadi apa yang sebaiknya dilakukan?

Menggunakan packaging ramah lingkungan

Biasanya produsen makanan akan memberi label ‘eco friendly’ atau ‘recycle’ pada packaging makanan. Label itu berarti packaging makanantersebut terbuat dari bahan ramah lingkungan, atau mungkin juga daur ulang.

Bakteri Xylinum(Acetobacter xylinum)

Penggunaan serat dari bakteri Acetobacter xylinum ini sudah luas pemanfaatannya. Salah satunya dimanfaatkan pada pembuatan nata de coco. Serat ini sudah dijadikan pembungkus permen yang ramah lingkungan, dan untuk kertas tentu saja bisa bahkan akan terasa sangat istimewa, namun murah dan ramah lingkungan.

Kotoran Gajah

Berawal dari Negri Gajah Putih Thailand, kebun binatang di Thailand berhasil mengembangkan kertas dengan berbahan kotoran gajah. Proses pembuatan kertas nya mirip dengan membuat kertas daur ulang. Jika kertas daur ulang menggunakan bubur kertas, maka untuk kertas yang satu ini dibuat dari rebusan bubur kotoran gajah.

Peran aktif pemerintah dan kesadaran masyarakat.

Sebagus apapun hasil penelitian tentang bahan pengganti kertas jika tidak didukung oleh pemerintah maka hasil nya akan sia – sia. Pemerintah harus lebih tegas mengkampanyekan penggunaan kertas ramah lingkungan. Masyarakat juga harus mengambil peranan seperti menggunakan kertas daur ulang, tidak perlu menggunakan kertas baru jika hanya untuk coret-coretan.

Tidak dipungkiri lagi, hutan merupakan paru-paru dunia, hutan memberikan pasokan O2 yang tinggi dan memiliki daya serap CO2 yang tinggi sehingga mampu menjaga keseimbangan alam.

Jika penebangan pohon dilakukan terus-menerus untuk memenuhi kebutuhan kertas yang tinggi tanpa tidak diimbangi dengan penanaman pohon yang seimbang, maka akan terjadi kerusakan alam. Jadi kesimpulannya kita harus bijak dalam penggunaan kertas untuk berbagai keperluan dan tidak menyia-nyiakan kertas.

Related Posts